Senin, 29 April 2013

FNI ART


Polarimeter merupakan suatu alat yang tersusun atas polarisator dan analisator. Polarimeter adalah Polaroid yang dapat mempolarisasi cahaya, sedangkan anlisator adalah Polaroid yang dapat menganalisa/mempolarisasikan cahaya. Peristiwa polarisasi merupakan suatu peristiwa penyearahan arah getar suatu gelombang menjadi sama dengan arah getar Polaroid dengan cara menyerap gelombang yang memiliki arah getar yang berbeda dan meneruskan gelombang dengan arah getar yang sama dengan Polaroid. Polarimeter juga dapat digunakan untuk mengukur besar sudut putar jenis suatu larutan optic aktif.
Percobaan polarimeter bertujuan untuk mengetahui prinsip kerja polarimeter dan mengukur besar sudut putar jenis larutan optic aktif. Besar sudut putar jenis dapat dihitung dengan persamaan
dengan terlebih dahulu mencari besaran-besaran yang dibutuhkan terlebih dahulu, yaitu Φ : sudut pemutar bidang polarisasi, L : panjang tabung polarisasi, dan C : konsentrasi gula(larutan optic aktif).

Minggu, 10 Oktober 2010

Nelayan Bugis

Antropolog Amerika Bukukan Kepiawaian Nelayan Bugis
Antropolog asal Amerika Serikat, Profesor Gene Ammarell, menerbitkan buku hasil penelitiannya mengenai pengetahuan lokal nelayan Bugis Makassar, Sulsel, di bidang navigasi dan kelautan.

Rabu, 04 Agustus 2010

Pammali

Makna Pemmali dalam Budaya Bugis
Ahmad Maulana Agung
2 March 2009

     Pemmali merupakan istilah dalam masyarakat Bugis yang digunakan untuk menyatakan larangan kepada seseorang yang berbuat dan mengatakan sesuatu yang tidak sesuai. Pemmali dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi "pemali" yang memiliki makna pantangan, larangan berdasarkan adat dan kebiasaan.

Maradeka tau ogie

Budaya Bugis Tergerus

Versi printer-friendly MAKASSAR -- Kebanggaan bersuku Bugis dengan kelebihannya yang telah diakui dunia internasional tidak diiringi penerapan nilai-nilai budaya Bugis. Budaya etnis Bugis malah semakin tergerus dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Keprihatinan pada semakin minimnya implementasi budaya Bugis mengemuka pada seminar Budaya Bugis yang dilaksanakan komunitas mahasiswa Bone Taro Ada Taro Gau. Seminar di Aula Al-Amien Universitas Muhammdiyah Makassar, 3 Mei, menghadirkan pembicara Prof Dr Hamdan Juhanis, Sosiolog UIN Makassar, Dr Akhyar Anwar, Basri Tetteng, budayawan UNM, dan dosen psikologi lintas budaya Fakultas Psikologi UNM.

to ogi

Tuesday, April 17, 2007
RESENSI
Judul : Manusia Bugis
Penulis : Christian Pelras
Penerbit : Nalar, Jakarta
Tahun : Februari 2006
Hal. : xxxxiv + 450 hlm.

Oleh : Muhammad Ridwan Alimuddin

“Dari mana nenek-moyang orang Sulawesi Selatan berasal? … jika anggapan Mills benar bahwa lokasi pertama yang ditempati para pendatang adalah sekitar muara Sungai Saddang, maka kemungkinan besar asalnya dari Kalimantan Timur, yakni sekitar Kutei-Samarinda, atau dari bagian tenggara Kalimantan, yakni sekitar Pegatan-Pulau Laut (belakangan, pada kedua wilayah itu terdapat perkampungan bugis. Mungkin tanpa disadari, mereka sebenarnya telah kembali ke tempat asal nenek-moyang mereka) …”


Awerange pantaiku sayang

Pantai ini terletak di Desa Batupute Dusun Awerange, Kecamatan Soppeng Riaja. Lokasinya berjarak 25 Km dari Kota Barru dan 125 Km dari Kota Makassar. Pantai ini ramai dikunjungi khususnya pada hari libur baik untuk tempat rekreasi maupun penelitian.
Image